Translate to
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tunggu Posting Terbaru Dari Yoemedia, Don't Go Anywhere

Kamis, 25 November 2010

Peneliti Temukan Pil Pencegah HIV


Selama ini nama HIV (Human immunodeficiency virus) selalu menjadi momok yang sangat menakutkan, karena belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini.

Setidaknya, baru-baru ini, para ilmuwan menemukan sebuah pil yang diklaim bisa mengurangi risiko terkena penyakit HIV secara dramatis. Menurut New York Times, pencegahan HIV dengan menggunakan pil bernama Truvada, berhasil mengurangi infeksi HIV secara dramatis dalam sebuah riset terhadap 2.500 laki-laki.

Melalui sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine, dari ratusan laki-laki gay yang secara acak diberikan obat ini, ternyata hanya 44 persen di antaranya yang terinfeksi penyakit HIV.

Namun, menurut Dr Anthony Fauci, Kepala Divisi National Institute of Health, yang melakukan survei tersebut, pil tersebut 90 persen lebih efektif bagi para pria gay yang benar-benar meminum pilnya secara jujur setiap hari. "Angka itu sangat tinggi," kata Dr Fauci, yang dalam riset ini bekerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation.

Pil bernama Truvada itu dijual begitu mahal di Amerika Serikat, yakni sekitar US$12.000 (Rp 107 juta) hingga US$14.000 (Rp125 juta). Tapi versi generik dari Truvada sudah tersedia di negara-negara dunia ketiga, dan dijual hanya seharga 40 sen (sekitar Rp1.500) untuk setiap pil.

Sayangnya, walaupun perusahaan kesehatan dan asuransi akan membayar klaim obat untuk HIV bagi orang-orang yang telah terinfeksi penyakit ini, namun hingga kini belum ada kebijakan untuk menutup klaim obat pencegah HIV, bagi orang-orang yang belum terinfeksi.

Selain itu kelemahan dari pil ini adalah efek samping yang ditimbulkannya. Pil ini ternyata dapat menyebabkan pusing-pusing dan rasa mual yang signifikan. Selain itu, para peneliti mengkhawatirkan penyebaran penggunaan Truvada untuk tujuan preventif malah justru memicu tipe HIV lain yang lebih kebal.

Sebab, bila seseorang terinfeksi dan ia terus meminum Truvada, maka virus yang diidapnya bisa justru tumbuh menjadi virus yang kebal terhadap Truvada dan virus itu bisa menyebar ke orang lain.

Dikutip dari : vivanews.com

Selasa, 16 November 2010

Tips Menjaga Kesehatan Alat Vital ( For Men)



KesMas.com-Ereksi bagi sebagian besar pria adalah hal yang mudah untuk dilakukan, namun ada sebagian pria yang merasa kesulitan mendapatkan ereksi. Sejalan dengan pertambahan usia, Anda butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan ereksi dan memerlukan rangsangan baik fisik maupun psikologis lebih banyak untuk mempertahankannya. Di saat usia dua puluh tahunan, mencapai ereksi adalah soal mudah. Namun saat usia mendekati 40, hasrat seksual dan kemampuan penis Anda tidak akan sebaik sebelumnya, artinya, mereka tak bisa mencapai atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk bersanggama sampai 75 persen dari seluruh kesempatan yang ada.

Tetapi faktanya, hanya sedikit pria di usia tiga puluh dan empat puluhan mengalami impotensi, dan banyak hal yang bisa Anda perbuat untuk mengusahakan agar tidak mengalaminya. Bahkan apabila Anda impoten, peluang untuk disembuhkan tetap masih ada.

Para dokter sekarang percaya bahwa sekurangnya tujuh di antara sepuluh kasus impotensi memiliki penyebab fisik, termasuk diabetes, gangguan kelenjar gondok, aterosklerosis, atau cedera pada penis.

Pengobatan, konsumsi alkohol, merokok dan faktor-faktor psikologis seperti depresi, stres, dan kecemasan dalam pekerjaan dapat memperumit masalah. Yang menjadi inti dalam hal ini adalah bahwa apa pun yang menghentikan aliran darah ke penis Anda akan memperkecil peluang Anda untuk mendapatkan ereksi.

Akan tetapi jika Anda merawat diri dengan baik, Anda dapat tetap siap siaga, tetap bergairah, dan tetap mampu berhubungan seks hingga usia lanjut. Tidaak ada alasan bahwa kemampuan seksual Anda akan berubah karena usia Anda bertambah asalkan merawat diri secara lebih baik.

Jadi rawatlah penis Anda sebaik-baiknya, berikut beberap tips yang bisa dilakukan agar penis Anda terus berfungsi dengan baik.



1. Olahraga dengan berlari, jangan berjalan. Semakin bugar tubuh Anda, maka semakin sering Anda mampu berhubungan seksual, dengan baik. Sebuah studi memperlihatkan, 78 pria sehat tetapi tidak aktif mulai berlatih aerobik tiga hingga lima hari dalam seminggu, masing-masing selama satu jam. Selama penelitian itu, tiap orang menulis buku harian tentang kegiatan seksual mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kehidupan seks para pelaku aerobik itu sangat meningkat. Sementara itu, kehidupan seks mereka yang hanya berjalan-jalan santai hanya berubah sedikit. Tidak peduli jenis aerobik mana yang Anda pilih, yang penting Anda mengerjakannya, paling tidak tiga kali dalam seminggu dan tiap kali berlangsung selama dua puluh menit. Berlari, berenang, dan bersepeda merupakan pilihan-pilihan yang baik.

2. Berhenti merokok. Merokok mempercepat pembentukan endapan-endapan dalam arteri jantung, maka proses yang sama dapat terjadi pada pembuluh-pembuluh darah yang memasok darah ke penis. Sekarang merokok telah dipandang sebagai faktor utama dalam masalah ereksi dan hal tersebut dimulai ketika usia Anda menginjak 40 tahun. Maka berhentilah merokok sekarang juga, demi kesehatan penis Anda.

3. Kurangi makanan berlemak. Dalam hal makanan, yang penting adalah membatasi asupan lemak. Sekali lagi logika mengatakan bahwa yang baik untuk arteri pemasok darah ke jantung juga akan baik untuk arteri pemasuk darah ke penis. Direkomendasikan para dokter bahwa diet untuk menjadi pria perkasa adalah diet rendah lemak, dengan hanya 20 persen kalori berasal dari lemak. Apabila Anda makan 2500 kalori per hari, berarti batas asupan lemak Anda adalah sekitar 50 gram. Untuk mulai dengan arah yang benar, bacalah label makanan yang Anda beli, cari produk-produk miskin lemak dan tanpa lemak, hindari gorengan, pindah ke susu skim dan makan cukup buah-buahan dan sayuran segar setiap hari, ditambah kira-kira 75 gram ikan, daging ayam, atau daging merah tanpa lemak.

4. Cermati rekasi obat yang anda pakai. Ratusan obat dapat menyebabkan impotensi sebagai efek samping, termasuk diuretik, penurun darah tinggi lain, beberapa obat antidepresi, dan antipsikotik. Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat yang Anda minum dapat membuat Anda bermasalah.

5. Jangan terlalu gemuk. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan panjang penis Anda berkurang. Penelitian tidak resmi terhadap sejumlah pria kegemukan menunjukkan bahwa sampai batas tertentu, seorang pria yang kegemukan akan mendapatkan kembali panjang dua setengah cm penisnya untuk setiap 17 kilogram berat badan yang dihilangkannya. Ini insentif yang tidak buruk bagi seseorang yang benar-benar kegemukan. Akan tetapi yang jelas, mempertahankan berat tubuh yang ideal akan mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes, karena keduanya dapat merusak kemampuan ereksi Anda.

6. Hindari alkohol. Alkohol adalah depresan yang berfungsi memperlambat refleks, termasuk dalam hal hubungan seksual. Alkohol di samping merusak kemampuan seksual secara langsung, bila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang dapat berpengaruh langsung terhadap testis, mengurangi produksi hormon testosteron dan mengganggu keseimbangan hormon dan bahan kimia otak yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi.

7. Jagalah penis Anda dari luka. Cedera penis sering menjadi penyebab impotensi, cedera pada penis bisa menyebabkan pecahnya dinding berserat yang berfungsi menahan tekanan ketika ereksi terjadi. Kerusakan yang terjadi diibaratkan seperti yang dialami oleh dinding ban mobil ketika pecah karena menabrak- trotoar dalam kecepatan terlalu tinggi. Posisi yang paling memungkinkan peristiwa ini terjadi adalah ketika wanita berada di atas, karena sewaktu-waktu penis dapat terlepas dari vagina, dan bila kurang hati-hati si wanita dapat menekuk penis ke arah yang salah. Selain tertekuk ke arah yang salah selama berhubungan seks, kecelakaan sepeda dan hantaman pada selangkangan juga dapat merusak penis serta testis.

Satelit-satelit Canggih Dunia Pantau Merapi


VIVAnews -- Letusan Gunung Merapi tak hanya membahayakan warga di sekitarnya, tapi juga punya efek global. Muntahan abu Merapi  ke angkasa  bisa membahayakan keselamatan penerbangan.
Sejak meletus Selasa 26 Oktober 2010 lalu, abu Merapi telah mengakibatkan penundaan beberapa penerbangan internasional dari dan ke Indonesia.
Terbang melintasi abu sangat membahayakan keamanan penerbangan. Sebab, partikel abu bisa mengakibatkan kegagalan mesin.
Misalnya, pada tanggal 28 Oktober, Thomas Cook dari Skandinavia Airbus terbang melalui awan Merapi dalam perjalanan dari Indonesia ke Arab Saudi. Saat transit di Batam, ditemukan mesin mengalami kerusakan dan harus diganti.
Untuk itulah, data-data satelit sangat krusial. Bahkan, pemantau asap dan abu vulkanik, Volcanic Ash Advisory Centres (VAACs) Darwin, Australia yang bertanggung jawab mengumpulkan informasi abu dan risikonya terhadap penerbangan, mengandalkan data-data satelit.
Dr Andrew Tupper dari Biro Meteorologi mengatakan, salah satu data satelit yang digunakan adalah satelit milik Badan Luar Angkasa Eropa (ESA).
"Pemutakhiran data ESA sangat berguna bagi VACCAs Darwin. Dengan data yang diterima secara real time, kami berharap dalam analisa kami bisa menunjukkan lebih banyak potensi [yang membahayakan]," kata Tupper seperti dimuat Space Daily, Selasa 16 November 2010.
Satelit membantu VAACs dengan memberikan informasi tentang jejak abu dan gas -- seperti belerang dioksida -- yang meledak di atmosfer.
Cara kerjanya, ESA mengirimkan peringatan melalui email dalam waktu berdekatan dengan kejadian. Peta sekitar lokasi belerang dioksida diletakkan pada halaman web khusus, yang disediakan dalam email.
Sementara, data untuk pusat kontrol penerbangan didasarkan dari data satelit Envisat milik ESA, MetOp milik Eumetsat dan satelit Aura NASA.
Untuk mengetahui apakah pesawat bisa lewat dengan aman di bawah atau di atas awan abu dan untuk meramalkan pergerakan awan- - VAACs memerlukan informasi yang lebih akurat soal ketinggian dan ukuran vertikal abu.
Gangguan penerbangan akibat abu Gunung Merapi menyusul situasi yang dihadapi di Eropa pada bulan April dan Mei ketika gunung api di Islandia,  Eyjafjallajoekull dan membatalkan pernebangan sejumlah pesawat.
Di masa depan, juga akan bekerja dua satelit pemantau abu vulkanik yang lebih canggih dari luar angkasa-- generasi ketika Satelit Meteosat milik Eropa dan Global Monitoring for Environment and Security (GMES) Sentinels.